Pelantikan dan Pengukuhan Karangtaruna Jaya Mulya Desa Kramatmulya

Pelantikan dan Pengukuhan Karangtaruna Jaya Mulya Desa Kramatmulya

Pelantikan dan Pengukuhan Karangtaruna Jaya Mulya Desa Kramatmulya

KRAMATMULYA — Pengurus Karang Taruna Jaya Mulya Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan, Rabu (30/9/2026) di Aula Kantor Pemerintahan Desa setempat. Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi jajaran pengurus baru untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Desa Kramatmulya.

Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Desa Kramatmulya H. Otong Sutiana, S.AB, disaksikan perwakilan Kecamatan Kramatmulya, Babinkamtibmas, Ketua Karang Taruna Kbupaten Kuningan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatmulya, BPD, LPM, LKMD, PKK, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta undangan lainnya.

Kepengurusan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Desa Kramatmulya Nomor 141/KPTS-012/PEM/2025. Dalam kepengurusan masa bakti 2025–2030, Aris Alfarisi dipercaya sebagai Ketua, didampingi Iwan Setiawan sebagai Wakil Ketua, serta jajaran sekretaris, bendahara dan sejumlah bidang organisasi.

Dalam sambutannya, H. Otong Sutiana menyampaikan ucapan selamat kepada Aris Alfarisi beserta seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijalankan sebagai amanah sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan eksistensi Karang Taruna di tengah masyarakat.

“Yang jelas bagi kami bukan berapa lama kita menjabat, tetapi sisa waktu yang tersisa mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh Pak Aris dan teman-teman supaya bisa memberikan eksistensi bahwa Karang Taruna di Desa Kramatmulya ini ada,” ujar H. Otong.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki potensi besar untuk menjadi wadah pengembangan generasi muda. Terlebih, berdasarkan pemetaan Pemerintah Desa Kramatmulya, terdapat sekitar 876 pemuda berusia 16 hingga 30 tahun di wilayah desa tersebut.

Jumlah tersebut, kata H. Otong, merupakan potensi sumber daya manusia yang perlu dikelola dan dikembangkan secara terarah.

“Modal yang utama bukan uang, tapi sumber daya manusia. Uang akan habis manakala sumber daya manusia tidak bermanfaat,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta pengurus Karang Taruna segera melakukan pemetaan dan membangun database kepemudaan yang memuat berbagai informasi, mulai dari wilayah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, keterampilan, potensi hingga kendala yang dimiliki para pemuda.

Database tersebut dinilai penting sebagai modal awal dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi generasi muda di setiap wilayah Desa Kramatmulya.

“Ini tugas pertama, itu modal awal,” katanya.

Selain pendataan, Kepala Desa juga meminta Ketua Karang Taruna segera melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus serta menjelaskan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Menurutnya, pembagian tugas yang jelas bukan hanya untuk memastikan organisasi berjalan efektif, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi generasi muda dalam berorganisasi dan membangun kepemimpinan.

“Silakan kumpulkan para pengurus, sampaikan jobdesk masing-masing. Biar mereka tahu pekerjaan atau tugasnya dari masing-masing. Tidak hanya sebatas asal tunjuk, biar mereka belajar untuk berorganisasi,” tuturnya.

Otong juga mengingatkan bahwa generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna merupakan bagian dari calon pemimpin di masa depan. Karena itu, pengalaman dan proses pembelajaran yang diperoleh selama berorganisasi diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat.

Ia menegaskan Pemerintah Desa Kramatmulya siap memberikan pendampingan, monitoring dan arahan kepada Karang Taruna dalam menjalankan berbagai program.

“Desa akan selalu mendampingi, memonitor, mengarahkan. Desa akan menjadi mentor,” ujarnya.

Kepala Desa juga mendorong Karang Taruna untuk mengembangkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga menggali potensi seni, sosial, lingkungan, kewirausahaan, pendidikan serta berbagai bidang lain yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Ia turut mendorong pengurus membangun komunikasi dan kolaborasi lintas sektor, antara lain dengan BNN dalam edukasi bahaya narkoba, sektor ketenagakerjaan terkait pelatihan dan peluang kerja, serta pihak terkait pengembangan potensi usaha generasi muda.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Jaya Mulya, Aris Alfarisi, menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut merupakan momentum penting sekaligus awal dari tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.

“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab dan amanah yang harus kami jalankan bersama,” kata Aris.

Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Karang Taruna Jaya Mulya. Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Aris mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk membangun organisasi dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat.

Ia berharap Karang Taruna dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk berkembang, berkarya dan berkreasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan desa.

“Kita ingin pemuda-pemudi tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan desa, tetapi menjadi pelaku dan bagian penting dari pengembangan itu sendiri,” ujarnya.

Ia pun mendorong lahirnya kegiatan positif yang dapat membuka ruang bagi pemuda untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, sosial, kewirausahaan, pendidikan maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kuningan, Mumuh Muhyidin, S.H, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Aris Alfarisi beserta jajaran pengurus Karang Taruna Jaya Mulya yang telah dikukuhkan.

Mumuh menekankan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi sosial kepemudaan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengurus di tingkat desa harus mampu menunjukkan keberadaannya melalui kegiatan dan pengabdian yang nyata.

Ia meminta pengurus Karang Taruna Jaya Mulya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Desa serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

“Karang Taruna adalah organisasi mitra kerja dengan Pemdes, BPD dan lain sebagainya yang ada di desa,” ujarnya.

Menurut Mumuh, hubungan yang baik antara Karang Taruna dan Pemerintah Desa sangat penting agar berbagai potensi dan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani melalui kolaborasi.

Ia juga mendorong Karang Taruna untuk mengambil peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk menghubungkan warga dengan berbagai layanan sosial, kesehatan maupun bantuan hukum sesuai kebutuhan.

“Posisikan kita sebagai organisasi sosial. Kita, bekerjalah untuk sosial,” pesannya.

Mumuh berharap kepengurusan baru Karang Taruna Jaya Mulya mampu membangun komunikasi, melahirkan gagasan serta menggerakkan potensi pemuda untuk kemajuan Desa Kramatmulya.

 
 

0 Komentar

Kirim Komentar